[]
 
Instiution and Science Unite
Kerja Keras Dan Kebahagiaan Semu

Kamis, 09 Februari 2017 20:42 WIB

Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah  Lounge Bandara Husein Sanstranegara Bandung, menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Ckg-Jakarta.

Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong. Beberapa  menit kemudian ia menyapa saya.

_“Dik hendak ke Jakarta juga?”_

_“Saya iya, Pak...ke Jkt. Bapak Juga?”_

_“Iya.”_

_“Bapak sendiri?”_

_“Iya.”_ Senyumnya datar. Menghela napas panjang._“Dik kerja dimana?”_

_“Saya wiraswasta, kecil2an, Pak,”_ sahut saya sekenanya.

_“Kecil2an tapi mapan, ya?”_ Ia tersenyum.

_“Kalau saya mapan tapi jiwanya serabutan.”_

Saya tertegun. _“Kok begitu, Pak?”_

Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia memiliki dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja. Di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia.  Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.

Ketika ia berkisah tentang rumahnya yang mentereng di kawasan elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue.

_“Dik jangan sampai mengalami hidup seperti saya ya. Semua yang saya kejar dari masa muda, kini hanyalah kesia-siaan. Tiada guna sama sekali dalam keadaan seperti ini. Saya tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi saya sadar, semua ini akibat kesalahan saya yang selalu memburu duit, duit, dan duit, sampai lalai mendidik anak tentang agama, ibadah, silaturrahmi dan berbakti pada orang tua._

_Hal yang paling menyesakkan dada saya ialah saat istri saya menjelang meninggal dunia karena sakit kanker rahim yang dideritanya, anak kami yang sulung hanya berkirim SMS tak bisa pulang mendampingi akhir hayat mamanya gara-gara harus meeting dengan koleganya dari Swedia. Sibuk. Iya, sibuk sekali…. Sementara anak bungsu saya mengabari via WA bahwa ia sedang mid - test di kampusnya sehingga tidak bisa pulang...”_

_“Bapak..., Bapak yang sabar ya….”_

Tidak ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain itu.

Ia tersenyum kecut.

_“Sabar sudah saya jadikan lautan terdalam dan terluas untuk membuang segala sesal saya dik..._

_Meski telat, saya telah menginsafi satu hal yang paling berharga dalam hidup manusia, yakni sangkan paraning dumadi. Bukan materi sebanyak apa pun. Tetapi, dari mana dan hendak ke mana kita akhirnya. Saya yakin, hanya dari Allah dan kepada-Nya kita kembali. Di luar itu, semua semu. Tidak hakiki..._ 

_Adik bisa menjadikan saya contoh kegagalan hidup manusia yang merana di masa tuanya….”_

Ia mengelus bahu saya –saya tiba-tiba teringat ayah saya.

Spontan saya memeluk Bapak tsb..

Tak sadar menetes airmata..

Bapak tua tersebut juga meneteskan airmata....

...... *kejadian ini telah menyadarkan aku, bahwa mendidik anak tujuan utamanya harus sholeh bukan kaya. Tanpa kita didikpun rejeki anak sudah dijamin Allah ar Razzaaq, tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya, orang tua yg harus berusaha untuk mendidik dan menanamkannya.*

Di pesawat, seusai take off, saya melempar pandangan ke luar jendela, ke kabut-kabut yang berserak bergulung-gulung, terasa diri begitu kecil lemah tak berdaya di hadapan kekuasaan-Nya.

"Anak-anak kita seperti biji. Tugas kita, menumbuhkan biji. Akarnya enggak terlihat. Batang, daun, juga tak nampak. Tapi, kalau diberi kesempatan tumbuh, akan jadi tanaman yang indah," Ki Hajar Dewantoro

Kiriman Sahabat Via WA




Related Article


Kiat Menumbuhkan Cinta Pada Pekerjaan
Pernah merasa bosan dengan pekerjaan? Mungkin karena bos yang dulunya baik, sekarang sering uring-uringan. Bisa juga karena karier tak semulus yang Sahabat Braito bayangkan. Banyak penghalang yang mer ...



Pandangan Pria Dan Wanita Berbeda
Di hari ulang tahun Sarno, Marni (istrinya) bermaksud memberi ucapan special.. Ia tahu bahwa suaminya pecinta anime Dragon Ball. 3 hari Ia belajar ttg anime tersebut, lalu merancang,membingkai dan mem ...



Bahaya Emosi Positif Dan Manfaat Emosi Negatif (1)
Dalam sebuah seminar yang saya isi, ketika menyammpaikan hal ini, banyak audiens tertarik untuk lebih jauh memahami. Karena saya nilai bermanfaat, saya share aja disini.   Singkatnya, emosi serin ...



bahaya Emosi Negatif Dan Manfaat Emosi Negatif (Bagian 2 - Habis)
    Jika emosi positif yang berlebihan bersifat merusak, sebaliknya.. Emosi negatif dalam kadar yang pas justru bermanfaat. Betapa banyak kasus dimana:   Orang yang sedih karena mengala ...



Perjalanan Terberat Dan Terjauh
Malam itu, sebelum mengakhiri pelajaran untuk para santrinya, Kyai bertanya pada para santrinya “Wahai Santri2ku, Perjalanan apakah yang paling jauh, berat, dan melelahkan di dunia ini?” p ...



What are the latest products

081-329-5111-91, Pelatihan Hipnotis Hipnoterapi Solo, Belajar Hipnotis Hipnoterapi Solo, Kursus Hipnotis Hipnoterapi Solo
Jika ada Pelatihan Hipnotis & Hipnoterapi yang ...


081-329-5111-91, Pelatihan Hipnotis Hipnoterapi Jogja, Kursus Hipnotis Hipnoterapi Jogja, Belajar Hipnotis Hipnoterapi Di Jogja
Jika ada Pelatihan Hipnotis & Hipnoterapi yang ...


Pelatihan Hipnotis Jogja 28 Januari 2018 (90 persen Praktek+Garansi Bisa)
Jika ada Pelatihan Hipnotis & Hipnoterapi yang ...


Pelatihan Hipnotis-Hipnoterapi Bandung (GARANSI BISA)
Jika ada Pelatihan Hipnotis & Hipnoterapi yang ...


Pelatihan Hipnotis Bekasi 30 September 2017 (Garansi Bisa)
Ingin Tahu Rahasia Hipnotis Hiburan Seperti Ditaya ...




 
 







Design by ztrongmind.net@2011. All rights reserved.
Powered by Jogloweb.com