[]
 
Instiution and Science Unite
Hubungan Kamar Berantakan Dengan Kreativitas

Rabu, 22 Februari 2017 21:25 WIB

Saat masih sekolah, kita sering diingatkan oleh ibu kita untuk selalu merapikan setiap barang yang kita pakai.  Rapikan mainan dan simpan lagi ke tempat semula.  Jangan menaruh barang di tempat yang tidak sesuai.  Jangan membuat berantakan ruangan, karena untuk membereskannya lagi membutuhkan tenaga ekstra.  Bukan hanya di rumah, di sekolah pun kita menghadapi situasi yang sama: “Rapikan dan Bereskan.”  Banyak yang mencekoki kita, terbiasa terorganisir sejak kecil adalah kunci kesuksesan, sementara terbiasa berantakan adalah jalan tercepat menuju kegagalan.

Namun bagi jiwa-jiwa pemberantak ruangan, mengikuti aturan baku tentu sulit.  Tidak mudah untuk membereskan kamar karena saking acak-acakannya.  Masih ada bekas bungkus snack bertebaran di lantai, kaus kaki bekas tersembunyi di setiap sudut, baju bekas ganti masih ada di bawah tempat tidur, dan lain sebagainya.  Tekanan untuk selalu menjaga kerapian membuat mereka cenderung lebih malas dan membuat ruangan jauh lebih berantakan.  Apalagi jika mereka tahu penelitian yang dilakukan University of Minnesota tahun lalu, yang ternyata mendukung sisi hidup berantakan orang-orang seperti ini.

Selama ini kita mengenal legenda urban di dunia modern yang mengatakan bahwa meja seorang pekerja yang berantakan, itu artinya dia memiliki sisi kreatif yang tidak pernah diketahui siapapun sebelumnya.  Bandingkan saja dengan meja teman-teman kantornya yang cenderung bersih.  Ini seolah menjadi simbol bagi orang tersebut untuk bisa bertahan di balik kemapanannya di tempat bekerja.

Pakar psikologi Kathlen Vohs dari Unversity of Minnesota mengatakan bahwa ternyata ini tidak sejalan dengan penelitiannya.  Dengan menggunakan paradigma perbandingan satu kamar yang berantakan satu kamar yang rapi, Vohs menyatakan bahwa kamar yang berantakan bisa membuktikan bahwa pemiliknya adalah seseorang yang memiliki pola pikir kreatif dan ada bukti ilmiahnya.

Berpikir kreatif merupakan bentuk pikiran yang melenceng dari tatanan yang ada.  Pola pikir kreatif berada di luar lingkungan sempurna yang selama ini menaunginya.  Sehingga jika kamar yang rapi diibaratkan ruang konvensional, maka kamar yang berantakan merupakan bentuk melenceng dari ruang konvensional tersebut.

Meja Albert Einstein mungkin akan membuat kepala pusing karena seperti baru dibom atom.  Namun justru itu yang membuatnya bisa berpikir kreatif, bahkan menelurkan sejumlah teori yang masih berlaku hingga kini.  Bukan hanya Einstein, Mark Twain yang merupakan pengarang berkebangsaan Amerika juga dikenal sebagai orang yang berantakan.  Dia adalah seorang yang memiliki imajinasi tingkat tinggi untuk ukuran orang di zamannya.

Steve Jobs adalah contoh lain yang akan membuat kita tercengang.  Ruang kerjanya selalu seperti baru terkena Badai Katrina, diserbu ribuan gajah, dan bisa jadi tidak ada ruang yang bisa disebut sebagai tempat duduk bagi tamu.  Namun hasil karyanya yaitu iPod, iPhone, dan Macintosh.

Tapi apakah teori ini selalu benar?  Dua hal ini memang berkorelasi.   Satu-satunya cara untuk membuktikannya adalah dengan mencoba  membereskan segala hal yang berantakan.  Jika ini bisa mematikan proses berpikir kreatif kita, berarti berantakan tidaklah selalu menjadi hal yang jelek.  Ada yang mau mencoba, readers?




Related Article


Cara Memaafkan Diri Sendiri Dengan Meditasi Cinta Kasih
Minggu lalu udah kita bahas tentang sulitnya memaafkan diri sendiri, mengapa perlu memaafkan diri sendiri, dan bagaimana memaafkan diri sendiri dengan metode kesadaran. Kalo belum baca, silakan cari d ...



Ngomongo Karo Tanganku (Bicaralah Dengan Tanganku)
Pada hari minggu, Tarno dan bapaknya berniat piknik dengan mengendarai motor tua. Saat menempuh perjalanan, terdengar orang2 berkomentar “anak muda tak tau diri..masak bapaknya berkendara, dia c ...



Cara Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain Agar Termotivasi
Manusia memiliki dua sisi, yakni sisi senang dan sisi susah. Kecenderungan untuk dipamerkan di sosial media, obrolan, dll pastilah sisi senangnya. Misal jalan – jalan, kencan dg pasangan, mendap ...



Tokoh Yang Sukses Dengan Merantau
1. Nadiem Makarim Pengguna moda transportasi online pasti sudah gak asing dengan sosok Nadiem Makarim. Pria ini adalah otak utama dari pembuatan aplikasi Go-Jek. Sosok yang terhitung sukses di usia mu ...



Perbedaan Bekerja Dengan Berkarya
Selain berkarir, bekerja jadi kata lumrah yang digunakan kebanyakan orang. Bekerja jadi sebuah keharusan untuk kamu yang dianggap sudah cukup umur, sebagai wujud kemandirian. Kebanyakan orang bekerja ...



 
 







Design by ztrongmind.net@2011. All rights reserved.
Powered by Jogloweb.com