[]
 
Instiution and Science Unite
Ustadz Abdul Shomad, Rina Nose, Makna Peyoratif

Rabu, 22 November 2017 22:23 WIB


Saya pendengar setia Ustadz Abdul Shomad (UAS).. Puluhan ceramahnya saya donlot. Teknik public speakingnya sering saya tiru. Jawaban2nya atas pertanyaan di bidang agama sangat bagus, berdasar, memiliki dalil yang kuat dari Quran, Hadits, maupun ijtihad ulama. Tapi dalam kasus dengan Rina Nose (RN) saya melihat UAS berpotensi keliru. Mengapa bisa? Makna Peyoratif.

Makna Peyoratif adalah dimana sebuah kata memiliki makna yang lebih buruk dibanding aslinya. Misalnya ada orang buntung. Maka itu memang keadaan dia.. tidak ada masalah sama sekali. Namun beda jadinya ketika kita panggil dia “woi buntung!!!”, jadi jelek bukan? Atau ada orang buta.Dia biasa2 saja. lalu kita panggil “hei buta!!!” ga enak banget kan?

Dalam ceramah yang akhir2 ini jadi polemik, UAS mengeluarkan kata2 “RN itu siapa?yang pesek itu” dan “artis jelek”. Saya menganalisa dari sudut pandang peyoratif, UAS bisa saja salah bisa saja benar. Loh kok bisa? Mari kita lihat frasa pertama “RN itu siapa? yang pesek itu”. Ini jelas bisa dianggap menghina. Namun yang jadi masalah, RN justru menggunakan peseknya sebagai branding dan diferensiasi (pembeda dia dengan artis lain). Jadi peseknya RN bisa sebagai kekurangan, bisa sebagai kelebihan.

Lalu frasa “artis jelek”. Kalau yang dimaksud UAS yang jelek adalah wajahnya, maka jelas ini menghina. Tapi kalau yang dimaksud jelek oleh UAS adalah perbuatannya, maka ini bisa berpeluang salah bisa berpeluang benar. Melepas jilbab dalam sudut pandang agama islam jelas perbuatan jelek dan tidak bisa dibenarkan (utk wanita dewasa yang dipandang bukan mahromnya). Tapi tidak demikian dengan masyarakat Indonesia secara umum.

Dengan mempertimbangkan beberapa hal diatas, saya berkesimpulan bahwa Ustadz Abdul Shomad bisa salah dan benar secara bersamaan. Oleh karenanya, beliau lebih pas jika mendapat sanksi sosial dan bukan sanksi pidana. Sanksi sosial yakni peringatan dari masyarakat bahwa sebagai penceramah, lisan memiliki potensi besar tergelincir. Dan sebagai manusia biasa, wajar jika UAS melakukan kesalahan tersebut




Related Article


Belajar Publilc Speaking Dari Ustadz Abdul Shomad
Baru2 ini, ada seorang da’i yang sangat digemari bernama Ustadz Abdul Shomad (UAS). Ceramah2nya sering dibagikan di facebook, WA, dll.. Tentunya ada banyak kelebihan UAS sehingga menjadikan beli ...



Makna Kekayaan
Disebuah desa, tinggal seorang guru bijak yang sudah tua, Dia mencari seseorang yang dapat menggantikannya untuk dapat meneruskan menjadi seorang guru untuk mengajari kebaikan bagi murid muridnya. Ada ...



Makna Anti Lebay
"Atas dasar apa seseorang memutuskan menikah, Ayah?", itulah kalimat pertama dari seseorang di blackberry messenger saya.Namanya Yaya. Ia tinggal di Banjarmasin. Ia memanggil saya 'Ayah' bukan karena ...



Memaknai Kegagalan
“Failure is success if we learn from it. – Kegagalan adalah kesuksesan jika kita belajar darinya.” Malcolm Forbes Kegagalan adalah sebuah situasi dimana kita tak dapat mewujudkan target. Kita semua pa ...



Makna Tentang Leadership yang Harusnya Kita Ketahui
Apakah anda mengerti makna dari seorang leader atau pemimpin? Jika anda menganggap pemimpin adalah orang semacam atasan anda, anda sepertinya kurang memahami makna dari seorang leader. Nyatanya, leade ...



 







Design by ztrongmind.net@2011. All rights reserved.
Powered by Jogloweb.com